Insan Unggul

Achieving IT Excellence

Evaluasi Hasil Belajar

Posted by insanunggul on August 17, 2009

a. Evaluasi merupakan proses penilaian hasil belajar yang diadakan secara berkesinambungan selama satu semester yang dilakukan dengan cara:

  • Ujian tertulis
  • Ujian lisan
  • Kegiatan-kegiatan lain: quiz, tugas madiri/kelompok, presentasi/seminar, partisipasi kelas, dll.

b. Ujian tertulis diadakan terjadwal 2 (dua) kali dalam 1 (satu) semester yang disebut: Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)

c. Peserta Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester adalah mahasiswa yang memenuhi kriteria di bawah ini:

  • Terdaftar secara administrasi pada semester/tahun perkuliahan berjalan dan terdaftar untuk mata kuliah yang diujikan
  • Telah melunasi seluruh kewajiban administrasi / keuangan sesuai ketentuan
  • Tidak sedang terkena sanksi akademis/skorsing dan tidak sedang cuti kuliah
  • Memenuhi syarat kehadiran kuliah minimal 75%

d. Tata tertib/etika mahasiswa dalam mengikuti ujian:

  • Membawa Kartu Ujian yang berlaku untuk ditandatangani pengawas ujian.
  • Apabila tidak membawa, maka wajib lapor ke Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiwaan (BAAK) untuk minta dispensasi yang berlaku hanya satu hari.
  • Berpakaian rapi, sopan dan memakai sepatu.
  • Hadir 15 menit sebelum ujian dimulai.
  • Masuk ruang ujian dan mengerjakan soal ujian setelah diijinkan oleh pengawas sesuai jadwal yang ditentukan.
  • Jika terlambat lebih 30 menit setelah ujian dimulai, diwajibkan lapor ke BAAK.
  • Mengerjakan ujian pada kertas yang telah tersedia.
  • Wajib menandatangani daftar hadir ujian
  • Menggunakan perlengkapan ujian pribadi.
  • Non-aktif alat komunikasi: HP, organizer, dll.
  • Peserta ujian yang telah menyelesaikan ujian, diperkenankan meninggalkan ruang ujian setelah 30 menit ujian tersebut berlangsung.
  • Segala sesuatu yang tidak jelas selama ujian hanya bisa ditanyakan kepada pengawas.
  • Peserta ujian dilarang :
    • Membawa contekan/buku catatan/diktat, kecuali telah ditentukan oleh dosen.
    • Mengerjakan ujian sebelum pengawas menyatakan ujian dimulai
    • Memindahkan kertas ujian yang telah tersedia
    • Mengerjakan ujian pada kertas lain, selain yang telah disediakan
    • Bercakap-cakap/berbisik dengan peserta lain.
    • Membantu/mencoba membantu peserta lain untuk mengerjakan ujian
    • Tukar-menukar kertas/soal/jawaban ujian dengan peserta lain.
    • Menggunakan kalkulator/peralatan lainnya yang diisi program/rumus.
    • Tetap mengerjakan ujian setelah pengawas menyatakan ujian selesai
    • Meninggalkan ruang ujian, sebelum 30 menit dari dimulainya ujian
    • Merokok.

e. Sanksi bagi yang melanggar tata tertib/etika ujian:

  • Jika tidak membawa Kartu Ujian, maka tidak diperkenankan mengikuti ujian
  • Hadir terlambat, maka tidak diberikan perpanjangan waktu
  • Jika tidak mematuhi tata tertib/etika tersebut di atas, maka pekerjaan ujiannya dinyatakan tidak sah dan tidak diijinkan melanjutkan ujian
  • Jika berbuat curang (menyontek/membawa contekan/bekerjasama) saat ujian:
    • Sanksi akademis yang diberikan untuk kecurangan yang dilakukan secara berurutan pada satu semester yang sama: (1) Pertama kali, ujian mata kuliah tersebut dinyatakan batal, dan diberi nilai nol (0). Nilai semester diperhitungkan sesuai dengan peraturan yang ada. (2) Kedua kali, ujian semua mata kuliah yang diambil pada semester tersebut dinyatakan batal dan diberi nilai E untuk semua ujian tersebut. (3) Ketiga kali, maka ujian semua mata kuliah yang diambil pada semester tersebut dinyatakan batal, diberi nilai E untuk semua ujian tersebut dan yang bersangkutan dikenakan skorsing selama 1 semester berikutnya.
    • Melakukan kecurangan tidak berurutan; Jika selama mengikuti perkuliahan terbukti pernah berbuat curang sebanyak 3 (tiga) kali tidak dalam satu semester yang sama, maka dikenakan sanksi skorsing untuk semester yang akan datang dan semua nilainya pada semester yang sedang berjalan diberi nilai E.
    • Jika mengerjakan soal untuk mahasiswa lain (joki), maka kedua belah pihak (baik yang menjadi joki maupun yang meminta bantuan joki):
      • Tidak boleh mengikuti kuliah (skorsing) selama 1 semester
      • Semua mata kuliah yang ditempuh pada semester bersangkutan dinyatakan gagal dan mendapat nilai E.
      • Jika joki bukan mahasiswa STTIKOM Insan Unggul, maka akan diproses melalui pihak berwajib.
      • Kecurangan-kecurangan ujian yang tidak termasuk pada butir-butir di atas diberikan sanksi yang diatur dan ditentukan selanjutnya oleh Pimpinan STTIKOM Insan Unggul.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d bloggers like this: